Review Anime One Punch Man Season 2. Anime One Punch Man Season 2 yang tayang pada 2019 kembali menjadi topik diskusi di awal 2026. Sekuel dari season pertama yang legendaris ini sering ditayangkan ulang di platform streaming, meski respons penonton masih terbelah hingga kini. Dengan 12 episode, season ini melanjutkan petualangan Saitama dan Genos di dunia pahlawan yang semakin kacau. Meski tetap menghibur dengan humor khas dan aksi intens, season kedua ini sering dibandingkan dengan pendahulunya, membuatnya jadi bahan perdebatan abadi di kalangan penggemar. MAKNA LAGU
Plot dan Karakter Utama: Review Anime One Punch Man Season 2
Season ini fokus pada arc turnamen bela diri super dan invasi monster besar-besaran. Saitama tetap bosan mencari lawan sepadan, sementara Genos semakin serius latih diri di bawah Bang. Muncul karakter baru seperti Garou, hunter hero yang jadi antagonis utama dengan filosofi gelapnya, serta Suiryu, juara turnamen yang sombong tapi berbakat. Saitama ikut turnamen dengan identitas samaran, sementara ancaman monster level Dragon mulai serang kota.
Saitama masih cuek dan overpower seperti biasa, tapi kali ini lebih banyak sorot ke Garou yang kompleks—dari korban bullying jadi pemburu pahlawan. Genos, Bang, Fubuki, dan hero kelas S lain dapat porsi lebih besar. Chemistry Saitama dengan sekitar tetap jadi sumber komedi, terutama saat ia tak sengaja curi spotlight tanpa usaha.
Elemen Aksi dan Produksi: Review Anime One Punch Man Season 2
One Punch Man Season 2 tetap pertahankan satire terhadap dunia superhero, dengan kritik lebih dalam soal sistem rank dan ego hero. Adegan pertarungan masih epik, terutama arc Garou versus hero dan pertarungan Saitama melawan monster raksasa. Namun, perubahan studio animasi terasa jelas—fluiditas dan detail visual turun dibanding season pertama, meski tetap di atas rata-rata anime aksi saat itu.
Soundtrack baru masih energik, tapi kurang ikonik dibanding pendahulu. Humor deadpan Saitama dan situasi absurd tetap jadi kekuatan, meski pacing kadang terasa buru-buru di bagian turnamen dan lambat di build-up Garou.
Kelebihan dan Kritik
Season ini dipuji karena pengembangan Garou yang menarik sebagai villain relatable, serta perluasan dunia dengan lebih banyak hero dan monster. Banyak penonton suka bagaimana satire semakin tajam soal birokrasi pahlawan, plus momen Saitama one punch yang tetap satisfying. Ending cliffhanger soal Garou dan prophecy monster king bikin penasaran untuk lanjutan.
Di sisi lain, kritik terbesar adalah penurunan kualitas animasi yang signifikan, membuat fight scene kurang megah dibanding ekspektasi setelah season pertama. Pacing tidak seimbang, beberapa episode filler-like, dan transisi arc terasa kasar. Banyak penggemar kecewa karena hype tinggi tak terpenuhi sepenuhnya.
Kesimpulan
One Punch Man Season 2 tetap layak ditonton sebagai lanjutan petualangan Saitama, meski tak setinggi pendahulunya di awal 2026 ini. Dengan Garou sebagai highlight dan humor khas yang bertahan, season ini berhasil tambah kedalaman dunia sambil pertahankan esensi satire. Meski animasi jadi sorotan negatif, cerita dan karakter baru cukup kuat untuk bikin penasaran arc berikutnya. Secara keseluruhan, ini season transisi yang menghibur, cocok bagi penggemar yang ingin lihat Saitama tetap dominan di tengah chaos semakin besar.

